Kegiatan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan RKO Melalui Aplikasi e-Monev untuk Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi Pengadaan Obat

Posted by UPTD Farmasi Pangandaran | 2026-04-01 02:51:59 | 34 kali dibaca

Image

by UPTD Farmasi Pangandaran 2026-04-01 02:51:59 Berita UPTD FARMASI

Pangandaran, 30 Maret 2026 – Dalam upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi proses pengadaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) melalui Aplikasi e-Monev pada tanggal 30 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pengelola program farmasi dan pengelola obat terhadap mekanisme pelaporan RKO secara tepat waktu, akurat, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui pemanfaatan aplikasi e-Monev, proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan RKO diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis, transparan, serta berbasis data.

Dalam kegiatan pembinaan ini, peserta mendapatkan materi terkait tata cara penginputan data RKO, evaluasi kesesuaian antara perencanaan dan realisasi kebutuhan obat, serta strategi peningkatan kepatuhan pelaporan. Selain itu, dilakukan pula sesi diskusi interaktif untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan solusi bersama guna meningkatkan kualitas pengelolaan obat.

Pemanfaatan aplikasi e-Monev menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi tata kelola pengadaan obat. Dengan sistem pelaporan yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan secara real-time terhadap kebutuhan dan ketersediaan obat, sehingga potensi kekosongan obat maupun kelebihan stok dapat diminimalkan.

Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan semakin optimal dalam menyusun, melaporkan, dan mengevaluasi RKO secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengadaan obat yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme peserta, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan tata kelola pengadaan obat yang lebih baik dan berorientasi pada pelayanan publik.